Dokter ahli RS Siloam Buton, dr Yusuf Haz Condeng di Baubau, Minggu menjelaskan, sejak dibuka pada pertengahan April 2017 data tindakan Hemodialisa (cuci darah,red) bagi penderita gagal ginjal kronis terus bertambah.
Data grafik penderita gagal ginjal kronis pada rumah sakit itu dari bulan ke bulan meningkat. Tercatat pada April 2017 penderita yang telah ditangani mencapai 15 tindakan.
Sedangkan Mei 2017, tindakan hemodialisa bertambah tiga kali lipat mencapai 50 tindakan. Dan Juni turun 49 tindakan dan naik signifikan pada Juli dengan angka 64 tindakan.
Pada Agustus dan September 2017, jumlah tindakan berangsur menurun masing-masing 57 dan 54 tindakan, namun penurunan jumlah penderita tidak bertahan lama karena pada Oktober meningkat menjadi 67 tindakan.
dr Yusuf mengurai, banyak penyebab yang mengakibatkan penyakit gagal ginjal kronis tersebut. Dari sekian banyak tindakan yang telah diambil, malah kencing manis yang menjadi penyebab utama penyakit gagal ginjal kronis tersebut dengan persentase mencapai 46 persen berbanding 32 persen yang diakibatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
"Selain dua faktor tersebut, orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal turunan (genetik) juga berpotensi besar. Dan masih banyak faktor lain seperti radang batu ginjal dan batu saluran kemih yang kurang mendapat perhatian, obat-obatan modern ataupun tradisional yang digunakan dalam jangka waktu lama, narkoba, maupun dari kebiasaan pola makan," ujarnya, di Baubau,Minggu.
Ditempat yang sama, dokter spesialis ahli dalam RS Siloam Buton, dr Edward menambahkan penderita gagal ginjal kronis memiliki harapan hidup yang sangat kecil. Diakuinya belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Kendati begitu, penderita bisa ditingkatkan harapan hidupnya hanya dengan dua cara yakni pertama tindakan hemodialisa atau cuci darah dan kedua cangkok ginjal.
"Pilihan pertama adalah yang paling efektif, meskipun tidak bisa menyembuhkan tapi paling tidak harapan hidup penderita bisa diperpanjang. Sedang pilihan kedua sangat sulit dilakukan karena donor ginjal kecil kemungkinan cocok dengan penderita apalagi biayanya sangat besar," katanya.
dr Edward mengimbau, agar masyarakat Kota Baubau memperhatikan kesehatannya khususnya pada penyakit gagal ginjal tersebut, mengingat trend penderita yang ditangani RS Siloam Buton semakin hari kian bertabah.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017
0 Response to "RS Siloam Bekasi dilengkapi peralatan canggih"
Posting Komentar